“Perjuangan” dalam diam :)

1442979395181

Aku diam bukan berarti bisu
Tak menyapamu bukan berarti bosan
Mengacuhkanmu bukan berarti melupakan

Tentu aku punya CINTA
Sebagaimana insan yang diberi suatu rasa
begitupun diriku…

Cukup dengan Diam aku mencintaimu
Cukup dengan Diam kutundukkan pandanganku
Cukup dengan Diam kujaga maruahku

Bukan karena mencintaimu dengan diam aku akan menderita.
Bukan karena mengagumimu dengan diam aku akan merana.
Namun, ketika ku artikan cinta itu pada sisi kehadiran dan kebersamaan denganmu. Maka itu lah penderitaan yang sesungguhnya.
Aku yang mencintaimu dari kejauhan. Walaupun sungguh aku merasa sangat dekat denganmu.

Biarlah aku dekap rapat perasaanku ini.
Biarlah aku tutup rapat hingga Allah mengizinkan pertemuan kita.

NAMUN jika memang engkau bukan tercatat untukku.
Jika memang engkau hanya hiasan duniaku yang sementara, sungguh aku yakin Allah akan menghapus cinta dalam diamku padamu.
Allah akan menghilangkan perasaanku untukmu.
Dia akan memberikan rasa yang lebih indah pada orang yang paling tepat.
Begitulah kuasa-Nya.
Begitulah Dzat yang membolak-balikan hati hamba-Nya.

Sungguh….dalam diam aku mencintaimu….

“Cukuplah aku mencintaimu di dalam hati,
menyalurkan rinduku melalui doa doa di setiap sujudku
dan menjagamu melalui Allah..”

Mewakili perasaanku, By : DAKWAH MUSLIMAH 

Melepaskan…..

Masa-masa semester akhir identik dekat pula dengan namanya pertanyaan soal jodoh.. hahaha. Sebenarnya pertanyaan itu tidak sering saya dengar pada saat sekarang saja, tapi sejak saya memutuskan untuk “sendiri” (apa-apaan ūüėÄ )

Ngga tahu kenapa pagi ini saya ingin menulis mengenai jodoh.. hayhay kayaknya bakal bikin baper pagi-pagi. haha.. tenang saja bukan itu tujuan saya ūüėÄ . Tujuan saya kali ini untuk sharing pengalaman mengikuti Romantic Talkshow hari Ahad, 17 April 2016 kemarin di gedung PKK Kota Semarang. Ya, akhir-akhir ini saya tertarik mengikuti kegiatan semacam itu, karena di acara seperti tersebut selain bisa belajar dan silaturahmi kita bakal ketemu dengan para pejuang jomblo.haha (jadi berasa banyak temen seperjuangan. hehe ūüėÄ )

Dalam kegiatan tersebut terdapat 3 pemateri yang menurut saya mereka hebat-hebat. Yang pertama ada salah satu pemain Tausiyah Cinta (udah nonton belum ?) yang berperan sebagai Alfian yaitu Zaky A. Rivai. Kak Zaky bercerita tentang pengalamannya berhijrah hingga sekarang menjadi jomblo yang insyaAllah istiqomah dan kisah tentang Nabi Musa. Kak Zaky memberi tips agar menjadi jomblo yang baik dan benar. hehe Namun ada beberapa kata Kak Zaky yang membuat saya tertegun dan ya lumayan menohok.. hehe. Dia berkata kurang lebih seperti ini “semoga kalian para ukhti-ukhti (perempuan) disini tidak termasuk yang suka heboh ketika melihat laki-laki yang hafal Alquran, berjenggot, pokoknya kalau liat laki-laki seperti ini bawaanya pengin diimami kan.. hahaha. Heboh bgt tapi dianya ngga mau ngaca, apakah saya pantas berdampingan seperti itu? Ngaca dong ngaca.. haha (nada bercanda sih) . ya kurang lebih seperti itu lah kata-katanya. Tapi saya dan teman-teman sedikit tertohok dan akhirnya tertawa saja mendengar kata-kata Kak Zaky tersebut.

Lanjut ke pemateri kedua yaitu Kak Rizki Awan, itu loh salah satu vokalis grup Nasyid Awan Voice yang pernah ikut X-Factor di R*CTI haha.. Kak Rizki lebih bercerita tentang pengalamannya mengarungi kehidupan dalam menemukan cinta yang sesungguhnya. Dimulai dari kisah merah jambu di SMA sampai petualangan 7 kali di tolak ketika mau melamar. haha (kasian sekali kan) :p . Namun akhirnya dia menikah dengan cinta pertamanya ketika SMA dulu loh.. benar-benar ya jodoh itu (bikin nyees deh ceritanya )

Yang terakhir adalah ustadz Yosi pemiliki Klik Nikah atau kadang disebut kakaknya para jomblo Indonesia. haha. Ya walaupun sebenarnya beliau sudah menikah.Ustadz Yosi mengisi penutupan kegiatan dengan pesan-pesan kepada para peserta untuk lebih lagi mensyukuri kesendirian yaitu dengan hal-hal yang bermanfaat namun tetap tak henti untuk menjemput ‘jodoh’ yang Allah siapkan. Tapi ingat harus diluruskan niatnya. Memantaskan diri karena Allah bukan makhlukNya.

Dari kegiatan tersebut entah mengapa saya ingin memulai lembaran kisah kasih yang pernah saya lalui. Saya ingin kembali belajar lebih mencintaiNya. Merefresh hati kembali. Karena cinta merupakan salah satu nikmat yang Allah semaikan dalam hati manusia. Kesucian cinta jangan sampai ternoda dengan hal-hal yang Allah tak suka. Memulai kembali meng’ikhlaskan’ seseorang yang sempat hadir dalam kehidupan saya, namun saya pernah membaca kata mutiara yang isinya kurang lebih seperti ini “Ketika Allah hadirkan dia dalam hidupmu, mungkin itu caraNya untuk mengujimu. Sejauh mana kamu lebih mencintai Dia bukan dia”. Sudahlah hentikan kegalauan soal merah jambu. Sesungguhnya Allah juga cemburu ketika kita banyak memikirkan orang yang belum tentu memikirkan kita. Allah yang dari mulai kita lahir sampai sekarang memberikan nikmat dan karuniaNya malah di nomor berapakan. Saya juga dalam proses belajar karena kadang masih suka khilaf. Ketika kita dilanda galau hal yang paling ampuh adalah sibukkan diri dengan hal yang bermanfaat. hehehe

1444667921887

Ingat janji Allah bahwa laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik pula. Jika harapan itu kita gantungkan kepadaNya tidak ada kekecewaan yang ada. Soal jodoh InsyaAllah akan datang jika Allah sudah mengizinkan. Mau kita cinta duluan atau tidak semua akan Allah jawab setelah dipertemukan. Mengutip kata-kata Rere dalam film Tausiyah Cinta : Cinta itu ditumbuhkan bukan dicari ūüėÄ . Semoga dengan mengikhlaskan kita semakin lebih dekat denganNya.Aamiin ūüėÄ

 

 

Ketika Istiqomah dipertanyakan

BaPer (Bawa perubahan) itu merupakan salah satu akronim yang kini sedang buming di kalangan teman-teman perkuliahan yang ingin berhijrah. Ya berhijrah entah dari mana saya juga ada niatan ‘berhijrah’ sejak itu. Tahun 2013 tepatnya di bulan Ramadhan ‘niatan’ itu semakin menggebu dalam hati saya. Dimulai ingin berhijab di rumah (karena saya punya warung), sampai puncaknya saya ingin membatasi hubungan dengan lawan jenis. Pro kontra pada saat itu langsung menuju kepada saya, mulai dari orang tua, teman sepermainan, sampai teman-teman satu organisasi kegiatan di kampus. Namun pada saat itu semakin besar tantangan justru saya ingin berubah. Saya ingin berubah, dengan modal keyakinan yang Bapa saya ajarkan “Ndu, kamu boleh memilih, melakukan, bekerja apapun yang kamu inginkan asalkan semuanya dikerjakan dengan kesungguhan hati dan yang paling penting kamu benar-benar menyukai hal itu. Jangan melakukan sesuatu karena terpaksa. Kamu pernah gagal, belajarlah dari kegagalanmu itu ndu” :’) ( love you pa :*)

Lanjut ke proses hijrah di atas, entah apa yang sudah Allah rencanakan di tahun tersebut hingga saya mendapat banyak nikmat luar biasa. Dimulai dari restu kedua orang tua untuk berjilbab di rumah, dapat gratisan seminar (yang sebenarnya bayar 200ribu hehehe, tapi Alhamdulillah saya gratis), dapat ilmu banyak dari kakak-kakak tingkat dari mulai mba Ayu, mba Anna dll. Mereka orang-orang yang menuntun saya dalam berproses. Mereka selalu menghargai proses adiknya yang sedang belajar dengan sabar dan penuh kasih sayang. Saya yakin Allah lah yang telah hadirkan mereka untuk membantu mengenalNya dan belajar mencintaiNya. Dan saya ingat suatu hadist yang berbunyi “Allah
berfirman : Jika hamba-Ku mendekati-Ku satu jengkal maka Aku akan
mendekatinya satu
hasta, dan jika dia mendekati-Ku satu hasta Aku akan mendekatinya satu
depa. Jika dia datang pada-Ku dengan berjalan maka Aku akan
mendatanginya dengan berlari (HR. Bukhari – Hadits Qudsi)

Dan nikmatNya selalu hadir tanpa mampu saya bendung. Namun seiring berjalannya waktu entah kenapa saya mengalami penurunan ‘keinginan’ hijrah itu.. Kata mba Ayu begitulah iman, ketika kita sering memupuknya maka ia akan tumbuh subur namun sebaliknya jika ia jarang dipupuk maka kegersanganlah yang akan tumbuh. Dan itulah yang saya rasakan. Saya tidak ingin menyalahkan lingkungan tapi mungkin saya yang kurang tegas dalam bersosialisasi dengan lingkungan. Dalam berorganisasi orang-orang seperti saya kadang masih dianggap ‘aneh’. Dianggap suci dan alim tapi malah jadi bahan ejekan. Tapi begitulah asam manis berhijrah semua harus dilewati kalau kita ingin segera bertemu dengan nikmatNya kembali. Dan di akhir semester perkuliahan ini, saya ingin benar-benar memupuk iman itu. Iman yang telah gersang karena kurangnya pengetahuan agama. Kembali mencari media yang Allah siapkan sebagai sarana saya belajar.

Ketika istiqomah dipertanyakan, sejauh mana saya sudah mampu menjawabnya. Menjawab semuanya dengan pembuktian yang jujur bukan rekayasa karena ingin dianggap baik saja dihadapan makhlukNya. Penilaian makhlukNya itu relatif, namun penilaianNya lah yang benar dan kekal.

“Ya Allah ajarkan kami untuk terus mencintaiMu, mencintai orang-orang yang mencintaiMu, dan mencintai segala perbuatan yang membuat kami semakin dekat denganMu”aamiin.”

___selamat berhijrah juga teman-teman_____

 

 

 

Tuhan Tahu Kita Mampu

Saat kau terpuruk dan terjatuh
pakai pundakku dan kita lawan terpuruk itu
karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU
saat beban penuhi pundakmu
genggam bahuku dan kita bagi bebanmu itu
karena TUHAN TAHU KITA MAMPU

pernahkah dirimu merasa gelisah begitu hebatnya
beban yang harus engkau bawa kurasa susah, semangat patah,
lalu kau pasrah, hentikan langkah, hingga akhirnya kau mengalah
di saat itu kau harus tahu bahwa Tuhan sebenarnya memeri ujian padamu
ujian untuk mengukur kadar keimananmu, ujian untuk mengangkat meninggikan levelmu
karena tak ada ujian yang tak bisa dilalui
karena Tuhan telah mengukur diri ini, lebih baik hadapi segala beban diri hadapi
dengan ikhlas di hati..

engkau tak sendirian menghadapi cobaan saudara seiman pasti kan ulurkan tangan kita
hadapi semua dengan hati terbuka
yakin ini hanyalah ujian semata

Saat kau terpuruk dan terjatuh
pakai pundakku dan kita lawan terpuruk itu
karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU
saat beban penuhi pundakmu
genggam bahuku dan kita bagi bebanmu itu
karena TUHAN TAHU KITA MAMPU

bertubi- tubi cobaan silih berganti seakan- akan tak habis- habis dan tak berhenti
kita rasakan semakin lemah semakin hari bahkan muncul keinginan tuk coba bunuh diri
tapi sejenak cermatilah kehidupan ini, betapa luasnya karena dari Illahi
meski kadang di tengah, kadang di sisi, kadang di atas, kadang dibawah, kadang tak dimengerti
sadarlah kawan, di sepanjang perjalanan sungguh hidup ini terus memberi pelajaran
karena bagaimanapun selalu ada Tuhan yang memberikan kekuatan

satu- persatu, seiring berjalannya waktu kita tahu sebenarnya yang Tuhan Mau
Tuhan Ingin kita jadi manusia yang TANGGUH, Tuhan ingin agar kita tak mudah tuk mengeluh

Saat kau terpuruk dan terjatuh
pakai pundakku dan kita lawan terpuruk itu
karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU
saat beban penuhi pundakmu
genggam bahuku dan kita bagi bebanmu itu
karena TUHAN TAHU KITA MAMPU

aku disini sedia menemani siap bantu jika beban itu mau kau bagi
jangan pikirkan pamrih, hilangkan semua perih
jangan lagi terpuruk dan tenngelam dalam sedih
genggam erat pundakku, cengkram erat bahuku biar terbagi semua beban itu bersama
kita maju dan melangkah tanpa ragu hapus semua pilu agar kita terus melaju

Tuhan tak pernah tidur, apalagi mendengkur
semua ini jelas- jelas telah Tuhan ukur mungkin dengan begini kita kan tahu bersyukur
mungkin dengan ini kita takkan pernah takabur

by Ali Sastra ft The Jenggot

Baca lebih lanjut

Perjalanan ini

Tidak terasa saya sudah menapaki tahun ke 4 di Kota Semarang. Kota yang dikenal penuh dengan multikultural kehidupan dan kebudayaannya. Kota yang sudah membuat saya jatuh cinta dengan namanya petualangan. Disini saya diajarkan untuk terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya. Saya tidak mau 4 tahun terbuang sia-sia dengan hal-hal yang tidak bermanfaat.

Awal tinggal disini Allah sudah memberi kejutan dengan pertemuan saya dengan seorang teman yang kini sudah saya anggap “saudara sendiri”. Tak disangka pertemuan kita begitu “unik” dan Allah pasti punya rencana terbaik dari pertemuan saya dengan dia. Ternyata setelah berjalan hampir 3,5 tahun bersama Allah sudah menunjukkan alasan pertemuan kita. Namun saya tidak akan menceritakan sekarang. hehe ūüėÄ

20150830_102003

Oktavia Nur Hidayah, adalah teman yang telah mengajarkan saya agar menjadi teman yang benar dan sabar ūüôā

Selain itu ternyata Allah pertemukan saya dengan teman-teman luar biasa di kelas J. Yaaa.. lagi-lagi Allah sisipkan maksud dari pertemuan dan pertemanan kita. Allah mengajarkan tentang arti sebuah perbedaan yang indah. Walaupun saya termasuk kaum minoritas tapi alhamdulillah dengan segala keunikan dan kebaikan mereka saya diterima menjadi bagian keluarga kelas J PGSD Universitas PGRI Semarang tahun masuk 2012 ūüėÄ

wpid-p_20150502_160146_bf.jpg

Kelas J PGSD Universitas PGRI Semarang :*

Saya tahu belajar itu tidak melulu soal hitung angka-angka dan sesuatu yang kita dapat di dalam kelas. Oleh sebab itu saya mengikuti organisasi kampus. Yaaa.Alhamdulillah lagi-lagi Allah memberi amanah terbaik dengan menghantarkan saya ke HIMA PGSD selama 2 periode dan BEM Universitas PGRI Semarang. Berbagai macam pengalaman hidup paling banyak saya temukan disini. Namun hal yang paling saya sukai adalah dengan berorganisasi menjadi ladang untuk mencari teman yang sebanyak-banyaknya dan paling bisa mengajak saya menjadi pribadi yang lebih baik.

KIMG_0054 copy.jpg

Hima Prodi PGSD ūüėÄ

IMG_2348.JPG

BEM Universitas PGRI Semarang ūüėÄ

 

 

Ayooo Mentoring :D

B612-2015-04-09-12-06-49

Kali ini saya ingin menceritakan pengalaman perdana saya mengikuti mentoring.

Mentoring ?? Apa itu mentoring ??

Mungkin teman-teman ada yang sudah akrab dengan kata tersebut,

mungkin¬†juga¬†ada¬†yang¬†malah¬†baru¬†dengar¬†ya ūüėÄ

Mentoring ini adalah salah satu program kerja UKKI ( Unit Kegiatan

Kerohanian Islam ) di kampus.

Biasanya mentoring itu identik dengan duduk melingkar( itu pandangan saya ketika pertama kali  lihat orang sedang mentoring.. hahaha ).

Foto di atas hanya ilustrasi saja, itu foto saya bersama teman satu kelas. hehe

Saya mulai akrab dengan kata-kata dan teman-teman UKKI sekitar 2 tahun lalu.

Berawal dari seringnya bertemu mereka di masjid ketika sholat berjamaah

dan kegiatan yang diadakan UKKI setiap minggunya.

Keakraban¬†saya¬†bersama¬†teman¬†–¬†teman¬†UKKI¬†saya¬†rasa

bermula¬†dari¬†“perkiraan¬†”

orang¬†–¬†orang¬†di¬†sekitar.

Yap, gara-gara pakaian saya yang selalu longgar dan kerudung lumayan besar

mereka mengira saya sebagai anggota UKKI. Hahaha

Teman- teman akhwat UKKI memang kebanyakan berpenampilan seperti itu.

Sederhana anggun dan bagi saya selalu menyejukkan mata.

Saya¬†merasa¬†gimana¬†gitu¬†ingat¬†masa-masa¬†dulu¬†bagaimana¬†saya¬†“mencela”¬†akhwat

yang berpenampilan seperti itu, eeh sekarang malah saya mulai

jatuh cinta dengan cara berpakaian mereka. Begitulah Allah,

DIA¬†selalu¬†mampu¬†membolak¬†–¬†balikkan¬†isi¬†hati¬†hambaNya.

Sesuatu yang kita anggap buruk, tapi dihadapan Allah itulah yang terbaik.

ūüôā

Lanjut¬†kecerita¬†mentoring¬†saya¬†yaaa¬†ūüėÄ

Hari ini Kamis, 21 Mei 2015 akhirnya saya mengikuti mentoring perdana.

Iya perdanaa.. Hahaha

Bisa dibayangkan kan gimana rasanya melakukan sesuatu kegiatan

untuk¬†pertama¬†kalinya.¬†Hahaha…

Rasanya¬†campur¬†aduk¬†banget¬†tw ūüėÄ

Saya dimentori oleh Mba Ayu. Dia itu awalnya teman curhat saya.

Dia¬†angkatan¬†tahun¬†2010.¬†Kenal¬†dia¬†pertama¬†kali¬†saat¬†wudlu *looh ūüėÄ

Ngga nyangka banget gara-gara di tempat wudlu sampai hari ini

sedekat kakak adik beneran.

Sungguh¬†Allah¬†itu¬†bikin¬†hambaNya¬†speechless :’)

Kita udah janjian untuk mentoring sekitar kurang lebih

1 bulan lalu, tapi baru terlaksana minggu ini.Hahaha

lama banget ya. Dan yang membuat saya ngga enak adalah mba Ayu yang

sering ngingetin saya kapan jadwal mentoringnya.

Ngga pas banget kan,

yang butuh siapa yang semangat siapa ckck Astagfirulloh

Seperti mentoring pada umumnya, setelah pembukaan dan

membaca Al- Quran secara bergantian sang pementor memulai

aksinya dengan perkenalan *padahal kan udah kenal ya.. Haha

Oh ya lupa, saya mengikuti mentoring kali ini masih sendirian.

Maklum¬†saya¬†masih¬†maba¬†mentoring ūüėÄ

Katanya mba Ayu lain waktu akan digabung dengan teman yang lain. Hahaha

Karena baru pertama kali jadi materinya cuma perkenalan.

Saya disuruh mba Ayu untuk menulis di buku yang saya bawa ( sebelum berangkat

saya disuruh bawa buku kosong sama mba Ayu.. Ahaha )

Setelah sudah siap, mba

Ayu¬†mulai¬†membacakan¬†soal¬†tentang¬†perkenalannya¬†(¬†berasa¬†ujian¬†men) ūüėÄ

Berikut beberapa pertanyaan yang diajukan mba Ayu kepada saya untuk ditulis dibuku kosong tadi.

  1. Biodataku……………………….
  2. Aku¬†itu……………………..
  3. Kenapa aku ikut mentoring ?
  4. Mimpiku¬†sampai¬†Almarhumah…………………………..
  5. Bagiku¬†Allah¬†itu……………………..
  6. Ngefans¬†banget¬†sama¬†Rasululloh¬†karena¬†………………..
  7. Hmmmm..¬†I¬†just¬†wanna¬†say¬†I¬†love¬†you,¬†because¬†Allah….
  8. Aku¬†pengin¬†banget¬†bisa¬†kaya¬†istri¬†nabi/¬†sahabiah¬†……
  9. Kenapa Allah memintaku untuk pakai jilbab ya ?
  10. Suka¬†banget¬†baca¬†buku¬†yang¬†berjudul…………………………….karena…………………….
  11. Bagiku¬†Ibu¬†itu……………………………….
  12. Bagiku¬†Ayah¬†itu………………………….
  13. Dakwah itu apa ya ?

Fiyuuuh..¬†Saya¬†langsung¬†menarik¬†napas¬†dalam¬†–¬†dalam.

Tiba-tiba saya deg-degan takut ngga bisa ngisi soal tersebut.

Terlihat mudah tapi entahlah bagi saya ada kesulitan yang tak bisa

saya¬†gambarkan¬†dengan¬†kata¬†–¬†kata.¬†Dengan¬†muka¬†manisnya¬†Mba¬†Ayu

meminta saya untuk segera menulis jawabannya. Dia menunggu sambil

mengawasi¬†saya¬†dengan¬†membaca¬†Al¬†Quran ūüôā

Dengan¬†sabar¬†dia¬†menjawab¬†pertanyaan¬†–¬†pertanyaan¬†saya¬†yang

masih kebingungan dalam menjawab. Jawaban saya atas

pertanyaan¬†–¬†pertanyaan¬†tadi,¬†saya¬†buat¬†seperti¬†sedang¬†curhat.

Semua mengalir begitu saja. Kadang di tengah-

tengah perjalanan menulis jawaban saya mengalami kebingungan,

sesekali melihat mba Ayu yang sedang membaca Alquran kemudian

setelah di kasih kode buat dilanjutin saya kembali menunduk serius

dengan pekerjaan saya. Pokoknya berasa lagi ujian gitu deh.

Tidak terasa waktu terus berjalan, hasil pekerjaan saya pun selesai.

Mba Ayu sempet kaget gara-gara saya mengerjakannya cepet banget. Hehe

(¬†Maaf¬†ya¬†mba,¬†kebanyakan¬†bingung¬†soalnya,¬†jadi¬†ngerjainnya¬†cepet.. ūüėÄ )

Mba Ayu meminta buku saya tersebut. Dia suka senyum-senyum

setiap¬†menemukan¬†hal¬†yang¬†“aneh”¬†dalam¬†jawaban¬†saya.

Ada salah satu jawaban yang pada akhirnya menghantarkan

mba Ayu mengetahui sisi lain saya. Yaap pada saat

mentoring saya sengaja jujur padanya. Saya menceritakan masa lalu saya.

Menceritakan bagaimana akhirnya saya bisa akrab dengan

kata¬†”¬†hijrah¬†”¬†dan¬†kalimat¬†”¬†ingin¬†terus¬†memperbaiki¬†diri¬†”

Dia sempet kaget tapi sesekali mengusap pundak saya,

ketika tanpa saya sadari air mata menetes pada saat saya bercerita.

Entahlah ini kebiasaan aneh saya setiap cerita masa lampau pasti

ada¬†saja¬†air¬†mata¬†yang¬†pengin¬†keluar ūüė•

Pada intinya semua rahasia tentang saya mba Ayu sudah mengetahui.

Hal yang mendorong saya untuk jujur kepadanya karena saya percaya

mba Ayu orang baik, di masa yang akan datang mungkin dia

menjadi salah satu orang yang akan membantu saya untuk

terus belajar mencinta Sang Pencipta dengan sebenar-benarnya.

Rasanya ploooong banget, asiik banget pokoknya pengalaman

pertama¬†mentoring¬†sampai¬†–¬†sampai¬†tak¬†terasa¬†kalau¬†sudah¬†adzan¬†Ashar.

Ada beberapa pelajaran yang dipetik dari hasil mentoring kali ini.

Bahwa masalah atau kegagalan yang datang pada diri kita itu jangan

dijadikan masalah, tetapi mungkin Allah ingin menegur/ menyapa

kita¬†agar¬†kita¬†tidak¬†berlarut¬†–¬†larut¬†dalam¬†dosa.¬†Allah¬†mungkin¬†dari

kegagalan tersebut ingin menegur orangtua kita, orang-orang di sekitar

kita dan paling penting adalah diri kita sendiri. Allah begitu mencintai hamba-

hambaNya. DIA sudah merencanakan hal terbaik, agar hambaNya

selamat kelak di akherat. Tapi kembali pada diri manusia masing-

masing kapan kita mulai kembali ke Jalan Lurus yang Allah sudah

siapkan ? Mau menunggu hidayah dulu ? Hidayah pada dasarnya

bukan ditunggu tapi dicari dan terus dicari. Saya juga masih dalam proses belajar.

Masih¬†banyak¬†bekal¬†yang¬†harus¬†saya¬†persiapkan¬†untuk¬†persiapan¬†”¬†pulang¬†”¬†esok¬†kelak.

Perubahan ini butuh proses panjang. Dan proses ini membutuhkan waktu.

Namun¬†lagi¬†–¬†lagi¬†waktu¬†itu¬†tak¬†bisa¬†terulang¬†lagi.¬†Tanpa¬†kita¬†sadari¬†setiap

harinya jatah kita di dunia ini semakin sedikit. Kita tidak tahu kapan Allah

akan¬†memanggil¬†kita¬†untuk¬†”¬†pulang¬†“.¬†Sulit¬†memang¬†dalam¬†memulai

perubahan tapi jauh akan menjadi manusia tersulit jika dalam diri kita tidak ada

perubahan sama sekali. Apalagi perubahan ke arah yang lebih baik. Tak ada

kalimat terlambat untuk perubahan ke arah lebih baik kan ?

”¬†Ya¬†Allah¬†ajarilah¬†aku¬†untuk¬†terus¬†mencintaiMu,¬†mencintai¬†orang¬†-orang¬†yang

mencintaiMu, dan mencintai segala perbuatan yang membuatku semakin

dekat denganMu.Amiin :’) ”

Semoga awal mentoring hari ini menjadi awal kebersamaan kita sampai

JannahNya kelak.

Do’akan¬†saya¬†yang¬†masih¬†dalam¬†proses¬†belajar¬†ini¬†agar¬†tetap¬†istiqomah¬†ya

ūüėÄ

Ayooo¬†ikut¬†mentoring…di¬†masing-masing¬†kampus¬†pasti¬†ada¬†ko ūüėÄ

Merayakan Hardiknas di Wonosobo

Cerita ini bermula ketika teman-teman satu kelasku pergi ke wonosobo. Yap tgl 2 Mei 2015 kami anak2 kelas 6J PGSD merayakan hari pendidikan nasional dengan berpetualang di Wonosobo.. loh ko bisa ? ya bisa dong, kami sekelas mau “kondangan” ke teman sekelas kami yg lagi nikah. Namanya Ika Novi Setyowati ( aku kapan ??? ) haha
Yap, teman kami yg satu ini akhirnya mengakhiri masa lajangnya setelah¬† bertemu dengan mas Damar pujaan hatinya.. ciyeee ūüėÄ
Sekitar jam 7an kami baru berangkat dari semarang, karena pak sopirnya ( mungkin ) sedang lelah akhirnya kami tiba di wonosobo sekitar jm 12an lebih.. ( hadeeeeh..lama bgt ). Tapi tak apalah semuanya terobati setelah bertemu dengan pengantinnya ( itu menurutku ..hehe ). Ika keliatan “manglingi” bgt.

image

Cantik sekali kan… ūüėÄ

Setelah bersilaturahmi, foto bersama, dan “makan bersama” ahaha kami melanjutkan petualangan menuju suatu tempat yg katanya eksotis di wonosobo ( tentunya setelah berpamitan dulu dong .. hehe )

Aku lupa jm berapa kita mulai naik ke Dieng. Yap kita kelas 6J berpetualang ke Dieng. Hehe.. tp bnyak diantara kami ( termasuk saya ) salah kostum ketika kesana.

image

Lihatlah kami masih memakai pakaian ala kondangan2 gitu. Berpatik dan bergamis.. ahaha
Tak apalah, malah kami yg memakai pakaian panjang ini Alhamdulillah merasa hangat walaupun udara di Dieng dingin sekali. Subhanalloh, Allah Maha Pemberi kehangatan :’)

Dan ini beberapa potret petualangan kami di Wonosobo gengs,

image

Telaga warna ( tp wrnanya cuma ijo =))

image

Kawah Sikidang ūüėÄ

image

Kawasan candi .. ahaha

Masih banyak lagi sebenarnya moment2 kebersamaan kami di Wonosobo. Mungkin lain waktu bisa di sambung lagi ( bila saya tidak lupa haha )