Melepaskan…..

Masa-masa semester akhir identik dekat pula dengan namanya pertanyaan soal jodoh.. hahaha. Sebenarnya pertanyaan itu tidak sering saya dengar pada saat sekarang saja, tapi sejak saya memutuskan untuk “sendiri” (apa-apaan 😀 )

Ngga tahu kenapa pagi ini saya ingin menulis mengenai jodoh.. hayhay kayaknya bakal bikin baper pagi-pagi. haha.. tenang saja bukan itu tujuan saya 😀 . Tujuan saya kali ini untuk sharing pengalaman mengikuti Romantic Talkshow hari Ahad, 17 April 2016 kemarin di gedung PKK Kota Semarang. Ya, akhir-akhir ini saya tertarik mengikuti kegiatan semacam itu, karena di acara seperti tersebut selain bisa belajar dan silaturahmi kita bakal ketemu dengan para pejuang jomblo.haha (jadi berasa banyak temen seperjuangan. hehe 😀 )

Dalam kegiatan tersebut terdapat 3 pemateri yang menurut saya mereka hebat-hebat. Yang pertama ada salah satu pemain Tausiyah Cinta (udah nonton belum ?) yang berperan sebagai Alfian yaitu Zaky A. Rivai. Kak Zaky bercerita tentang pengalamannya berhijrah hingga sekarang menjadi jomblo yang insyaAllah istiqomah dan kisah tentang Nabi Musa. Kak Zaky memberi tips agar menjadi jomblo yang baik dan benar. hehe Namun ada beberapa kata Kak Zaky yang membuat saya tertegun dan ya lumayan menohok.. hehe. Dia berkata kurang lebih seperti ini “semoga kalian para ukhti-ukhti (perempuan) disini tidak termasuk yang suka heboh ketika melihat laki-laki yang hafal Alquran, berjenggot, pokoknya kalau liat laki-laki seperti ini bawaanya pengin diimami kan.. hahaha. Heboh bgt tapi dianya ngga mau ngaca, apakah saya pantas berdampingan seperti itu? Ngaca dong ngaca.. haha (nada bercanda sih) . ya kurang lebih seperti itu lah kata-katanya. Tapi saya dan teman-teman sedikit tertohok dan akhirnya tertawa saja mendengar kata-kata Kak Zaky tersebut.

Lanjut ke pemateri kedua yaitu Kak Rizki Awan, itu loh salah satu vokalis grup Nasyid Awan Voice yang pernah ikut X-Factor di R*CTI haha.. Kak Rizki lebih bercerita tentang pengalamannya mengarungi kehidupan dalam menemukan cinta yang sesungguhnya. Dimulai dari kisah merah jambu di SMA sampai petualangan 7 kali di tolak ketika mau melamar. haha (kasian sekali kan) :p . Namun akhirnya dia menikah dengan cinta pertamanya ketika SMA dulu loh.. benar-benar ya jodoh itu (bikin nyees deh ceritanya )

Yang terakhir adalah ustadz Yosi pemiliki Klik Nikah atau kadang disebut kakaknya para jomblo Indonesia. haha. Ya walaupun sebenarnya beliau sudah menikah.Ustadz Yosi mengisi penutupan kegiatan dengan pesan-pesan kepada para peserta untuk lebih lagi mensyukuri kesendirian yaitu dengan hal-hal yang bermanfaat namun tetap tak henti untuk menjemput ‘jodoh’ yang Allah siapkan. Tapi ingat harus diluruskan niatnya. Memantaskan diri karena Allah bukan makhlukNya.

Dari kegiatan tersebut entah mengapa saya ingin memulai lembaran kisah kasih yang pernah saya lalui. Saya ingin kembali belajar lebih mencintaiNya. Merefresh hati kembali. Karena cinta merupakan salah satu nikmat yang Allah semaikan dalam hati manusia. Kesucian cinta jangan sampai ternoda dengan hal-hal yang Allah tak suka. Memulai kembali meng’ikhlaskan’ seseorang yang sempat hadir dalam kehidupan saya, namun saya pernah membaca kata mutiara yang isinya kurang lebih seperti ini “Ketika Allah hadirkan dia dalam hidupmu, mungkin itu caraNya untuk mengujimu. Sejauh mana kamu lebih mencintai Dia bukan dia”. Sudahlah hentikan kegalauan soal merah jambu. Sesungguhnya Allah juga cemburu ketika kita banyak memikirkan orang yang belum tentu memikirkan kita. Allah yang dari mulai kita lahir sampai sekarang memberikan nikmat dan karuniaNya malah di nomor berapakan. Saya juga dalam proses belajar karena kadang masih suka khilaf. Ketika kita dilanda galau hal yang paling ampuh adalah sibukkan diri dengan hal yang bermanfaat. hehehe

1444667921887

Ingat janji Allah bahwa laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik pula. Jika harapan itu kita gantungkan kepadaNya tidak ada kekecewaan yang ada. Soal jodoh InsyaAllah akan datang jika Allah sudah mengizinkan. Mau kita cinta duluan atau tidak semua akan Allah jawab setelah dipertemukan. Mengutip kata-kata Rere dalam film Tausiyah Cinta : Cinta itu ditumbuhkan bukan dicari 😀 . Semoga dengan mengikhlaskan kita semakin lebih dekat denganNya.Aamiin 😀

 

 

Ketika Istiqomah dipertanyakan

BaPer (Bawa perubahan) itu merupakan salah satu akronim yang kini sedang buming di kalangan teman-teman perkuliahan yang ingin berhijrah. Ya berhijrah entah dari mana saya juga ada niatan ‘berhijrah’ sejak itu. Tahun 2013 tepatnya di bulan Ramadhan ‘niatan’ itu semakin menggebu dalam hati saya. Dimulai ingin berhijab di rumah (karena saya punya warung), sampai puncaknya saya ingin membatasi hubungan dengan lawan jenis. Pro kontra pada saat itu langsung menuju kepada saya, mulai dari orang tua, teman sepermainan, sampai teman-teman satu organisasi kegiatan di kampus. Namun pada saat itu semakin besar tantangan justru saya ingin berubah. Saya ingin berubah, dengan modal keyakinan yang Bapa saya ajarkan “Ndu, kamu boleh memilih, melakukan, bekerja apapun yang kamu inginkan asalkan semuanya dikerjakan dengan kesungguhan hati dan yang paling penting kamu benar-benar menyukai hal itu. Jangan melakukan sesuatu karena terpaksa. Kamu pernah gagal, belajarlah dari kegagalanmu itu ndu” :’) ( love you pa :*)

Lanjut ke proses hijrah di atas, entah apa yang sudah Allah rencanakan di tahun tersebut hingga saya mendapat banyak nikmat luar biasa. Dimulai dari restu kedua orang tua untuk berjilbab di rumah, dapat gratisan seminar (yang sebenarnya bayar 200ribu hehehe, tapi Alhamdulillah saya gratis), dapat ilmu banyak dari kakak-kakak tingkat dari mulai mba Ayu, mba Anna dll. Mereka orang-orang yang menuntun saya dalam berproses. Mereka selalu menghargai proses adiknya yang sedang belajar dengan sabar dan penuh kasih sayang. Saya yakin Allah lah yang telah hadirkan mereka untuk membantu mengenalNya dan belajar mencintaiNya. Dan saya ingat suatu hadist yang berbunyi “Allah
berfirman : Jika hamba-Ku mendekati-Ku satu jengkal maka Aku akan
mendekatinya satu
hasta, dan jika dia mendekati-Ku satu hasta Aku akan mendekatinya satu
depa. Jika dia datang pada-Ku dengan berjalan maka Aku akan
mendatanginya dengan berlari (HR. Bukhari – Hadits Qudsi)

Dan nikmatNya selalu hadir tanpa mampu saya bendung. Namun seiring berjalannya waktu entah kenapa saya mengalami penurunan ‘keinginan’ hijrah itu.. Kata mba Ayu begitulah iman, ketika kita sering memupuknya maka ia akan tumbuh subur namun sebaliknya jika ia jarang dipupuk maka kegersanganlah yang akan tumbuh. Dan itulah yang saya rasakan. Saya tidak ingin menyalahkan lingkungan tapi mungkin saya yang kurang tegas dalam bersosialisasi dengan lingkungan. Dalam berorganisasi orang-orang seperti saya kadang masih dianggap ‘aneh’. Dianggap suci dan alim tapi malah jadi bahan ejekan. Tapi begitulah asam manis berhijrah semua harus dilewati kalau kita ingin segera bertemu dengan nikmatNya kembali. Dan di akhir semester perkuliahan ini, saya ingin benar-benar memupuk iman itu. Iman yang telah gersang karena kurangnya pengetahuan agama. Kembali mencari media yang Allah siapkan sebagai sarana saya belajar.

Ketika istiqomah dipertanyakan, sejauh mana saya sudah mampu menjawabnya. Menjawab semuanya dengan pembuktian yang jujur bukan rekayasa karena ingin dianggap baik saja dihadapan makhlukNya. Penilaian makhlukNya itu relatif, namun penilaianNya lah yang benar dan kekal.

“Ya Allah ajarkan kami untuk terus mencintaiMu, mencintai orang-orang yang mencintaiMu, dan mencintai segala perbuatan yang membuat kami semakin dekat denganMu”aamiin.”

___selamat berhijrah juga teman-teman_____