Diam adalah penawar

Jika engkau mencintainya, cintailah ia dengan cara menghargai, dan membuatnya merasa terhormat. Melamarnya adalah bentuk pernyataan cinta yang membuatnya merasa mulia.

Jika engkau belum mampu, maka lebih baik diam. Karena pernyataan cintamu yang belum tepat waktunya itu, tidak penting.. Tidak penting untuknya, tidak penting untukmu, juga tidak penting untuk masa depan kalian berdua. Karena diammu adalah penawar. Penawar hati yang makin tak karuan. Penawar rindu yang belum saatnya. Karena diammu adalah sedekah. Sedekah bagi hati yang sangat sulit tuk dikendalikan.

Diam. Adalah ekpresi cinta terbaik bagi kita. Diam dalam perkataan. Diam dalam tindakan. Bahkan diam dalam segala hal yang berhubungan dengannya.

 

#repost

Di sisi lain, seperti kisah cinta Sayyidah Fathimah, ternyata (juga) telah memendam cintanya kepada Ali sejak lama. Dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari setelah keduanya menikah, Sayyidah Fathimah berkata kepada Sayyidina Ali, “Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu aku pernah satu kali merasakan jatuh cinta pada seorang pemuda dan aku ingin menikah dengannya.”
Sayyidah Fathimah melanjutkan, “Pemuda itu adalah dirimu.” Subhanallah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s