cerita pagi itu …..

Pagi yang penuh keindahan ketika Dia mengetuk hatiku melalui umatnya untuk menegurku. Ya untuk menegurku..

Hari ini sebelum berangkat ke kampus(padahal lgi libur )seperti biasanya aku selalu menunggu abang tukang soto datang. Dan setelah sekian lama menunggu akhirnya yang diharapkan pun muncul memecah kesunyian…

“ Ting,,,ting..ting “ terdengar suara mangkok abang tukang bakso memberi tanda telah mendekati kosanku. Tak menunggu waktu lama, aku pun segera keluar dengan membawa uang berwarna ungu 2 lembar.. tanpa ba bi bu, aku langsung memesan 2 porsi soto ditambah gorengannya,,satu porsi buat aku dan satu lagi untuk teman baikku si coy “Okta”,, hehehe

Sambil menunggu abang soto meracik, tiba-tiba mata ini tertuju pada sosok ibu-ibu setengah baya yang sedang duduk sambil membereskan rongsokan dan baju-baju yang berantakan dihadapannya. Entah apa yang tiba-tiba membuatku merasa ingin menangis melihat kejadian itu, tiba-tiba muncul perasaan ingin membantunya, ingin menyakan “apakah beliau sudah makan ?” sungguh banyak keinginan yang aku ingin lakukan saat itu. Dan tiba-tiba ada kekuatan yang mendorongku untuk segera menghampiri ibu tersebut. Dengan setengah berlari aku mencoba menghampirinya . tak peduli dengan abang soto yang mungkin bingung dengan kelakuanku.. ckckck

“Ibu sudah makan belum ?” dengan malu- malu aku mencoba mendekati ibu tersebut

“Belum nak.. belum makan sama sekali. “ jawabnya lirih

“Kalau begitu Ibu makan ya, saya belikan soto dulu Ibu tunggu disini sebentar”  pintaku mencoba membujuknya

“ tapi Nak… ( terlihat sang ibu memikirkan sesuatu ) iya, Terimakasih “ beliau menjawab sambil terus melipati baju

Setelah mendengar jawaban dari beliau aku segera berlari masuk ke dalam kos mencari mangkok dan sendok. Kemudian memberi kode pada abang soto untuk segera meracik satu porsi soto lagi. Tanpa menunggu terlalu lama, soto lezat sudah siap dinikmati. soto tersebut aku berikan kepada Ibu itu.

Begitu lahap beliau memakannya, sambil menunggu beliau makan aku masuk kos kembali dan mengambilkan beliau minum. Tiba-tiba tubuh ini bergetar dan mata ini semakin memanas. Ingin sekali air mata keluar ketika melihat ibu tersebut. Saat itu aku sangat teringat kepada mamahku, aku tak akan rela jika ibu yang tadi aku lihat adalah mamahku tersayang yang cerewet.. hehehe *piss mah :*

Sambil makan ibu tersebut bercerita panjang lebar. Beliau mengaku berasal dari daerah Purwodadi dan telah mengabdi sebagai pemulung selama 20 tahun di kota Semarang. Mencari rupiah demi rupiah untuk menghidupi  5 orang anaknya dan seorang suami yang “tidak” bekerja. Pendapatan beliau mungkin setiap harinya hanya berkisar  10 hingga 20 ribuan. Itu pun jika hasil mulungnya banyak. Setiap mulung beliau juga mendapat baju dari orang-orang yang kasihan padanya. Baju- baju tersebutlah yang akan dibawanya pulang untuk hadiah ke 5 anaknya. Beliau sangat rindu dengan anak- anaknya, karena jadwal pulang yang tidak menentu membuatnya harus memendam kerinduan berminggu – minggu bahkan sampai berbulan- bulan. Setiap bercerita selalu terselip senyum yang memperlihatkan betapa semangatnya beliau melakukan semua ini. Rela memulung demi menghidupi anak- anak yang begitu di cintainya. Rela tidur di kolong jembatan walaupun harus memendam rindu yang begitu mendalam terhadap suami dan ke lima anaknya. Tapi ibu tersebut selalu bersyukur dan tak kenal lelah menghadapi semua  itu .

Sungguh ceritanya telah membuatku membisu. Ceritanya seakan menusuk relung hatiku yang paling dalam. Seakan ingin mengingatkanku agar selalu mensyukuri apa yang telah dimiliki, bahkan kalau bisa mensyukuri apa yang belum di miliki. Karena pasti Allah punya rencana yang jauh lebih baik dibalik semua itu. Jangan mudah mengeluh ketika mendapat amanah, tetap bekerja keras dan selalu giat untuk mencari ilmu agar bisa bermanfaat bagi orang lain di masa yang akan datang. Mensyukuri setiap makanan yang kita makan, karena di luar sana masih banyak yang tidak seberuntung kita menikmati “soto” yang enak. Bu, terimakasih untuk pertemuan hari ini, kau telah membuatku semakin menyayangi mamahku. Membuatku tersadar kembali bahwa yang aku dapat saat ini juga hasil jerih payah dan kucuran keringat serta kerja keras mamah dan bapakku. Terima kasih bu, semoga Allah selalu melindungi dan menjagamu . Semoga Allah selalu memberikan kekuatan cinta yang lebih di dalam hatimu. Semoga keluarga yang di rumah senantiasa diberikan kesehatan dan kesejahteraan. amin

Ya Allah bantulah aku untuk selalu mengingatMu, ajari aku agar selalu mencintaiMu, mencintai segala perbuatan yang membuatku semakin mencintaiMu. Jadikan pagi ini menjadi awalku untuk memperbaiki diri kembali. Berjuang untuk meraih cintaMu dan mengharap keridhoan dariMu. Lindungilah mereka yang selalu bersamaku di kala suka dan duka yang selalu mengingatkanku bahwa Kau selalu ada untukku 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s