coretanku :)

Entah dari mana harus memulai sepertinya aku sudah mulai tertarik dengan dunia tulis menulis.
Walaupun harus diakui kebanyakan tulisanku masih jauh dari kata bermutu.. wkwkwk
tapi mau bagaimana lagi namanya juga belajar. hidup ini adalah suatu perjalanan jadi mumpung Allah masih memberi kenikmatan berupa oksigen yang melimpah dan gratis ini maka jangan sia-siakan waktu hanya untuk menggalau semata, tapi memulai belajar mencintaiNya. salah satu caranya ya lewat menulis. Menulis jejak kenikmatan yang telah Dia berikan untuk kita semua sebagai umatNya, tulisan yang bisa menginspirasi pembacanya. Karena saya pernah mendengar pepatah yang mengatakan ” Menulislah maka kau akan mengenal TuhanMu “

Kalimat itu lah yang berhasil membuatku semakin ingin belajar menulis. Banyak penulis-penulis hebat yang aku kagumi dari felix siauw, tere liye, dan raditya dika mereka orang – orang yang menggerak hati ini untuk mulai menulis. Mungkin sebenarnya keinginan ini datang dari Allah cuma mereka lah perantaranya. Sungguh bagiku Allah lah yang paling berperan sampai sekarang dalam proses ku belajar memaknai hidup.

Allah pasti akan selalu bersama umatnya yang ingin berusaha dan mencoba untuk memperbaiki diri mempercantik hati serta akhlaknya. dan semoga langkahku untuk memulai menulis ini mendapat keridhoan dariNya. Harapan besar dalam hati suatu saat nanti aku mampu meraih cintaNya lewat tulisan-tulisanku yang tidak hanya di tuliskan saja tapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari apabila hal itu memang positif.

Terimakasih untuk saudaraku seiman Isabella yang membantuku untuk lepas dari rantai gajah yang selama ini membelengguku. semoga ini menjadi awal yang baik untukku dan orang -orang disekitarku. amin  🙂

Iklan

meraih cintaNya

Masihkah kita terus mengeluh dan tak mau berusaha menjemput Cinta Allah?
bagaimana kita mendambakan cintaNya jika kita hanya menunggu dan menunggu. bukankah ketika ingin mendapatkan cinta dengan sesama manusia kita butuh beribu-ribu perjuangan?? tapi mengapa untuk menjemput cinta Sang Pemilik Cinta kita malas-malasan ?
ayo move on jangan ada alasan karena kita masih muda menjadi halangan bagi kita untuk mendekat meraih cintaNya. 
memulai sesuatu yang baik memang banyak sekali tantangannya, banyak sekali alasan untuk menundanya.tapi jadilah kita sosok manusia yang mampu melawan semua itu. mampu melawan setiap hawa nafsu yang menerjang.
memulai dengan niat baik, InsyaAllah Sang Pemilik kehidupan akan selalu mengeringi di setiap alunan langkah kita .. memulai dari hal-hal yang kecil pun tak apa.. yang penting semuanya didasari rasa ikhlas dan berkelanjutan.
Allah tak pernah luput untuk lupa memperhatikan kita, Dia lah Sang Maha Segala-galanya 
ingatlah,ketetapan Allah itu pasti, tidak ada keraguan di dalamnya 🙂
*masihkah kita beralasan untuk malas mengejar cintaNya ??

bagaimana denganku?

yap, itulah pertanyaan yang akhir-akhir ini sering sekali muncul dalam pikiranku ketika melihat orang-orang di sekelilingku sudah banyak yang memakai jilbab. 
dan tahu sendiri sekarang model dan cara berkerudung untuk muslimah sudah bervariasi sekali. sampai-sampai bingung mau menerapkan yang mana untuk digunakan # hehehe.. itu sih alasanku
 
kadang bingung mau jawab apa, ketika ada seorang teman yang mengatakan ” put, coba sih jilbab yang model itu * nunjuk orang dengan style hijab joos bgt 😀
dengan muka polos sepolos-polosnya.. ahaha
cuma tak jawab dengan “senyuman ” atau kadang ” geleng-geleng” saja.. ahaha
dan kejadian hari ini membuatku senyam-senyum terus kalau mengingatnya..
hari ini ada mata kuliah ” matematika 2 ” dengan dosen luar biasa sangat ,menegangkan ketika baru mendengar hela nafasnya.. *lebay ahahha
tapi ternyata dia amat sangat baik sekali. #mudah2an berlanjut ya bu baiknya.. ehhee
 
ya, tadi pas mata kuliah salah satu temanku sebut saja namanya bunga disuruh ibu “baik” untuk maju mengerjakan satu soal yang ada di papan tulis. dan tiba-tiba satu kejadian yang mencengangkan terjadi.. ibu ” baik ” melepas gulungan lengan baju temanku. sontak seluruh kelas tertawa melihat hal tersebut.. setelah kejadian itu ibu ” baik ” langsung memeriksa semua mahasiswa yang ada di kelas untuk dilihat lengannya..beliau memeriksa apakah masih ada anak yang berjilbab tapi lengan bajunya pendek ?
setelah selesai memeriksa, ibu ” baik ” langsung berceramah di depan kelas 😀
 
“saya mau tanya ke anak cowo, kalau ada anak cewe yang pakai kerudung ( jilbab) tapi lengan bajunya pendek. rambut kuncirannya terlihat, memakai kosmetik tebal 50cm diatas permukaan kulit ..ahaha, bagaimana?apakah terlihat tambah menarik?” tanya ibu “baik ” pada salah satu temanku
dengan tegas temanku menjawab,” tidak bu, soalnya jadi terlihat ngga jelas..”
sontak satu kelas tertawa kembali.
sang ibu ” baik ” pun tak mau ikut kalah dalam tertawa. setelah selesai tertawa, ibu dosen itu segera menambahkan kembali perkataannya. 
” anak-anak khususnya yang perempuan ya. baik yang berjilbab atau engga ayolah kalau pake baju yang jelas.. hargailah dirimu, jagalah fisikmu dengan baik, hati-hati dalam pergaulan, jangan mudah mau disentuh-sentuh laki-laki yang belum jelas apakah dia kelak akan menjadi imam kita apa bukan..”
 
tiba-tiba kalimat itu mengingatkanku. bagaimana dengan jilbabku?
apakah aku sudah benar dalam berpakaian? bagaimana dengan penampilanku dimata mereka? terkhusus dimata Allah ?
kadang masih risih ketika jilbab yang aku pakai menerawang. baju yang dipakai terlalu ketat. kadang malu namun terlihat munafik ketika masih punya beribu alasan untuk menunda-nunda terus perubahan ke arah yang lebih syari. # dasar ababil 😦
Ya Allah, ajarilah aku untuk selalu mencintaiMu, mencintai semua orang yang mencintaiMu, mencintai segala perbuatan yang membuatku semakin mencintaiMu, bantu aku agar selalu mengingatMu, dan bersyukur kepadaMu, dan memperbaiki ibadahku 🙂
Allah bimbinglah aku selalu, agar aku mampu berubah ke jalanMu yang penuh cinta dan kasih sayang dariMu
semoga aku mampu meraih CintaMu 🙂

caraku menjaga cintaku

Dengan tak menghubungimu,
tak juga mengirim pesan untuk menanyakan kabarmu.
Mungkin ini tak biasa,
Tapi bagiku,
Inilah cara terbaik mencintaimu.

Aku mencintaimu dengan menjauh darimu,
Bukan karena aku membencimu,
Justru karena aku sangat mencintaimu,
Dan aku ingin menjagaku juga menjagamu,
Menjaga tulusnya hatimu, juga menjaga kesucian hatiku.

Inilah caraku mencintaimu,
Dalam diamku,
Dalam ketulusanku,
dalam kesucianku,
dalam cara tak biasaku,

Meski sulit,
Meski berat,
Meski sakit untukku,
namun ku tahu ini pilihan terbaik agar kita tak terlalu saling mengharap.

Karena berharap hanya pantas pada Sang Pemberi Nafas,
Karena berharap hanya pantas digantungkan pada Sang Pengatur Detak Jantung,
PadaNya kuharap Dia khan menjagamu untukku,
PadaNya kutitipkan hatimu,

Biarlah ku hanya bisa menyapamu lewat senandung do’a,
Agar Untukmulah segala kebaikan,
Agar bersamamulah segala keindahan.

🙂

aku ingin menulis :D

Sering banget ngomong “aku ingin menulis” ke orang-orang tapi usahanya belum seberapa hahaha.. Tapi mungkin ada yang bertanya mengapa aku ingin menulis. Jawabannya singkat karena aku ingin mengenal Tuhanku yaitu Allah SWT Sang Pemilik helaan nafas ini.Aku pernah menemukan tulisan yang kurang lebih isinya seperti ini “ Menulislah maka kau akan mengenal Tuhanmu” .Kata-kata itu seakan menjadi magnet semangatku untuk menulis. Karena hal tersebut sangat sesuai sekali dengan apa yang sedang aku cari saat ini yaitu meraih cintaNya. 

tulisanku mungkin masih banyak sekali kekurangan. Tapi semua itu tak menjadi halangan karena hal terpenting adalah ada kemauan yang kuat dalam diri untuk menulis. Menulis setiap jejak cintaNya di muka bumi ini yang begitu indah dan sangat luar biasa. MenghadirkanNya disetiap jejak perjalananku sebagai seorang pemeran sandiwara yang entah siapa pemeran penontonnya.

aku ingin menulis karenaNya

aku ingin lebih mengenalNya

aku ingin mencintaNya

aku ingin terus memperbaiki diri ini

memantaskan diri ini agar mampu meraih keridhoan dariNya

dan lewat menulis aku akan memulainya

memulai mencintaiNya